Tampilkan postingan dengan label ar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ar. Tampilkan semua postingan

PLUS MINUS

Kembali ke masa anak-anak itu menyenangkan. Banyak pelajaran hidup sekarang yang termaknai setelah sudah dilalui. Seperti pelajaran Matematika ini. Pernahkah kita berfikir tentang : 
1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS??
2. Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS??

Hikmahnya begini :
(+) = BENAR
( - ) = SALAH

1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya : + X + = +
2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH 
Rumus matematikanya : + X - = - atau - X + = -
3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR
Rumus matematikanya : - X - = +


Kiriman Barang

Kemarin di siang hari Saya membayar pajak di POS INDONESIA. Karena hujan deras maka berteduh dulu. Kami bercakap - cakap , ditengah percakapan teman saya bilang, "tu orang kok rapi dalam pengepakan barang" , saya jawab , "itukan sudah biasa gitu", Dia bilang lagi, "kan sudah ahli to"

Begitu dengar kata ahli jadi ingat dengan kata EXPECT di bidangnya, Seorang yang ahli di bidangnya maka akan di cari dan di segani.
Seperti halnya Pak B.J Habibie yang ahli pesawat, Chris john seorang petinju, Bambang Pamungkas pesebak bola, dan lain sebagainya
Ketika teman-teman mau EXPECT di bidangnya ada sebuah rumus yang guru saya bilang yaitu tentang Motivasi diri sendiri.
Motivasi akan memberi energi untuk semangat mencapai hal yang di impikan. Ketika bangun pagi ingat dengan motivasinya maka akan langsung bangun dan melakukan aktifitas yang akan mendekatkan dengan yang di impikannya.

Berbicara tentang motivasi , Guru saya mempunyai Formulanya yaitu Motivasi sama dengan Ingin Menjadi di kali dengan Valensi. Seseorang Ingin menjadi apa?? yang di situ akan memberi semangat untuk mencapainya. Contohnya Doktor, Petani, Pramugari dan lain lain. Ketika ingat sesuatu yang ingin di gapai maka timbul rasa semangat. 

Yang kedua yaitu Valensi merupakan kemampuan yang sudah di berikan Allah SWT yang akan kita gunakan untuk mencapai Mimpi kita. Allah menciptakan pikiran, mara, tangan, dan lain sebagainya. Di gunakan secara maksimal.

Ketika Hal ingin menjadi di kalikan dengan Valensi maka akan terbentuk MOTIVASI. Maka kalian jadi seorang yang ahli. Sekarang teman-teman sudah tahu dengan Mimpi kalian ingin menjadi apa dan Potensi kalian apa?? maka pikirkanlah sejenak dan tulislah agar supaya di ingat ketika bangun pagi??

Seorang pengepakan barang yang rapi saja bisa , kenapa kalian tidak bisa??  

Sandal sebelah

Seorang bapak tua hendak berpergian menggunakan kereta. Namun karena terburu-buru, ketika naik, sebelah sandalnya tersangkut di pintu dan jatuh ke rel. Ia hendak mengambilnya namun kereta terlanjur berjalan dan tak mungkin memintanya untuk berhenti. Sesaat kemudian, ia malah melakukan sesuatu yang tidak lazim. Si bapak tua dengan tenang melepas sepatu sebelahnya, lalu melemparkannya ke luar tak jauh dari sepatu tadi jatuh.

Kebetulan semua kejadian itu di perhatikan oleh seorang pemuda yang duduk di dalam kereta. Karena merasa penasaran , pemuda itu hendak bertanya langsung pada si bapak tua. Begitu bapak tua itu melewati tempak duduknya, si pemuda menyapanya ramah. "Pak, saya tadi sempat memperhatikan apa yg bapak lakukan. Boleh saya bertanya sesuatu?"

"Silahkan, Nak Apa yang ingin kau tanyakan?" ujar si bapak tua.

"Begini, Pak, Tadi Bapak sudah kehilangan satu sandal, lalu kenapa Bapak juga melemparkan sandal Bapak yang lain. Dengan begitu , bukankah Bapak sekarang tak punya alas kaki."

Si Bapak tua itu melihat pemuda itu sambil tersenyum, lalu menjawab dengan ramah, " Nak , seperti yang sudah kamu lihat tadi, saya sudah kehilangan satu sandal. Sandal yang terjatuh tadi mungkin akan di temukan oleh seseorang dan bisa saja dia itu orang yang tak berpunya. tapi apakah sandal yang cuma sebelah itu ada gunanya buatnya? Tidak kan? Sementara saya sendiri, apakah sepatu yang masih melekat di kaki saya tadi juga masih bermanfaat bagi saya ? tidak juga kan?. 

Jika saya melemparkan sepatu sebelahnya lagi, kemungkinan besar orang yang tadi menemukan sepatu saya akan menemukan pasangannya. Dengan begitu, septu itu bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Karena itulah saya melemparkan sepatu sebelah lagi supaya orang yang menemukannya bisa memanfaatkannya dengan baik."

Sepanjang masa hidup, kita hampir pasti akan merasakan suatu kehilangan. Entah itu berupa materi atau orang terkasih kita. Dan bagi kita kehilangan itu awalnya terlihat tidak adil. tapi jika kita renungkan lebih jauh lagi, kehilangan itu sejatinya terjadi agar ada perubahan positif dan berarti dalam hidup kita.

Berkeras mempertahankan apa yang kita miliki tidak membuat kita atau dunia di sekitar kita menjadi lebih baik. Tapi memberikan dengan ketulusan hati dapat membantu banyak orang dan membuat mereka bahagia.