Meraih kemenangan

Dari banyak orang yang saya temui memaknai hidup dirinya banyak macamnya. Dibawah ini saya tuliskan tentang Hidup itu :
Hidup itu tantangan maka temuilah
Hidup itu berkah maka terimalah
Hidup itu petualangan maka tantangilah
Hidup itu penderitaan maka atasilah
Hidup itu tragedi maka hadapilah
Hidup itu kewajiban maka jalankanlah
Hidup itu permainan maka mainkanlah
Hidup itu misteri maka ungkapkanlah
Hidup itu nyanyian maka nyanyikanlah
Hidup itu kesempatan makan ambillah
Hidup itu perjalanan maka selesaikanlah
Masih berbagai macam hal lagi yang ada dalam hidup ini. Tinggal mampukan diri kita untuk menyesuaikan diri. Karena pada dasarnya semua kondisi bahagia dan sedih akan terus berganti mewarnai hidup. Dengan bersikap fleksibel terhadap segala situasi dalam hidup, suatu saat kita akan meraih kemenangan.

ingin ngobrol dengan saya ? follow saya ditwitter : @dr_want

Sekolahku Luar Biasa

SUKSES kata yang banyak arti di tiap masing masing individu orang di dunia. Tetapi tidak lepas dari 4 TA yaitu Harta , Tahta, Kata dan Cinta (Jamil Azzaini) tanpa itu semua kurang berarti hidup ini. Pertama yang mesti Anda ketahui adalah Anda adalah Pemenang bukan pecundang. Pilihan untuk keberlangsungan hidup dan menjalani denga yang terbaik itulah Pemenang.

Ngomong - ngomong Pemenang , ini tulisan untuk teman - teman Pelajar se dunia. Kalian adalah Pemenang di sekolah kalian masing- masing karena kalian sudah tersaring dari teman - teman kalian yang belum tentu bisa masuk sekolah tersebut. Banyak yang berharap masuk di sekolah kalian. Banyak juga malah yang tidak seberuntung kalian yaitu tidak sekolah. Itulah bukti kalian adalah Pemenang.

Semua yang baca tulisan ini berkeinginan untuk sukses. Yakin atau yakin?. Mau sukses? jadilah pemenang dulu tapi STOP!!!  pada kenyataannya banyak Pemenang tidak punya mindset Pemenang, Mindset itu pola pikir, atau dalam pengertian "cara berfikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang yang akhirnya menentukan level atau tingkat keberhasilan hidupnya"

Ciri mindset pemenang yang banyak di tuliskan di buku-buku adalah Sukses itu adalah keharusan dan yang bertanggung jawab pada dirinya sendiri, sebaliknya dengan mindset pecundang yaitu Sukses adalah harapan dan menyalahkan semua yang ada di sekitar tentang keadaan , situasi, kondisi, salah jurusan , orangtua.

Gimana teman-teman mau berubah sekarang atau menunggu sampai karatan?? hehehe..  Seorang pemenang mempunyai 1 jalan keluar dan seorang pecundang mempunyai 1000 alasan untuk menghindar. Maka jadilah pemenang maka Sukses akan ada di tangan Anda.

Salam Bahagia

ingin ngobrol dengan saya ? follow saya ditwitter : @dr_want



Ketua , kata yg menakutkan

Melihat realitasi di remaja kebanyakan membuat tangan ini menepok jidat, Plaaaaaak... 
Pelajaran yang di berikan oleh alam yang di sampaikan oleh siapapun itu , ntah guru , ustad bahkan teman hanya lewat saja, seperti cerita tentang bagaimana burung terbang bersama - sama dan ketika burung yang di depan (memimpin) merasa lelah maka akan bertukar tempat dengan burung yang lain. Seperti halnya anak muda sekarang ini yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin masa sekarang. Tetapi ketika di tunjuk untuk menjadi seorang pemimpin atau ssering di sebut Ketua mesti banyak alasan yang Buuuuuuuuaaaaannnyaaak banget. 
oleh karena itu mau berbagai tips kepada teman teman sekalian supaya agar siap untuk di tunjuk sebagai pemimpin ;
1. Yakini diri ini punya kekuatan memimpin kalau belum yakin ya terima saja dulu ntar juga mampu 
2. Sambil jalan sambil belajar dari orang lain yang sudah lama memimpin
3. Banyak ambil hikmah dari kesalahan kesalahan yang lalu 
4. Jangan mengeluh dulu ntar ada efek setelah selesai memimpin
5. Lakukan dengan senang hati

semua itu memang SUSAH kalau cuma diam saja tidak berani mencoba.
untuk memotivasi teman-teman ada kata - kata dari dahlan iskan ini tentang pemimpin :
"Menjadi pemimpin itu di anggap enak. Menjadi pemimpin itu dianggap bisa berkuasa. Tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa untuk bisa menjadi pemimpin yang baik sebenarnya harus pernah membuktikan dirinya pernah menjadi orang yang di pimpin.

Ketika menjadi orang yang di pimpin itu, dia juga bisa menjadi orang yang dipimpin dengan baik. Artinya untuk bisa menjadi pemimpin yang baik harus pernah menjadi anak buah yang baik. Saya meragukan seseorang yang ketika mejadi anak buah tidak baik , dia bisa menjadi pemimpin yang baik. Menjadi anak buah baik itu adalah anak buah yang loyal tetapi juga kritis. Anak buah yang payuh tetapi jga bisa berfikir mana yang baik dan mana yang tidak baik. Anak buah yang selalu bisa memberikan jalan keluar  kepada atasannya. Anak buah yang bisa memberikan pemecahan masalah bagi atasannya. Bukan anak buah yang selalu merepotkan atasannya , anak buah yang selalu membikin masalah pemimpin dan anak buah yang selalu mempersoalkan bagi pemimpinya.
Jadi ketika menjadi anak buah, dia harus bisa menjadi anak buah yang baik, bukan menjadi bagian persoalan dari pemimpinnya, tetapi menjadi problem solver bagi pemimpinnya.
Nah.. kalau seseorang itu pernah menjadi anak buah yang baik, dan dalam kurun waktu yang cukup maka kelak ketika dia naik menjadi pemimpin, dia akan bisa menjadi pemimpin yang baik. Karena seorang pemimpin yang pernah menjadi anak buah yang baik maka dia bisa mengetahui bagaimana rasanya pernah menjadi anak buah.
Dengan demikian dia bisa tahu apa saja yang diperlukan anak buah dan bagaimana perasaan anak buah. Jadi pemimpion yang baik adalah pemimpin yang pernah menjadi anak buah yang baik. Semoga bermanfaat 
hehehe..

Didepan atau Dibelakang Anda harus tetap membayar

Arti judul di atas "Didepan atau Dibelakang Anda harus tetap membayar" maksudnya adalah : 


Entah Anda belajar sekarang (membayar) tentang pernikahan sempurna atau Anda masuk ke pengadilan dan menggunakan (membayar) pengacara untuk kasus pertengkaraan dalam pernikahan Anda. Karenaa Anda belum membayar tentang belajar bagaimana seharudnya pasangan suami istri bersama.

Entah Anda membayar sekarang dengan memakan makanan yang sehat dan berolahraga atau Anda membayar nanti dengan lemahnya badan Anda di hari tua dan rentetan penyakit lainnya. entah Anda melakukan medical sheckup sekarang (membayar) atau Anda baru mengetahui nanti saat penyakit ssudah keluar dan (membayar) pergi ke dokter dengan biaya yang lebih tinggi. Karena Anda belum membayar dari awal untuk mencegah.

entah Anda mengikuti seminar (membayar) tentang keuangan , atau Anda (membayar) mengalami kerugian karena tidak mengerti bahasa ekonomi dan seluk beluk bisnis secara kasus nyata.

entah Anda belajar ssekarang (membayar) tentang bagaimana caranya mendidik anak dengan baik atau Anda harus rela (membayar) jika anak Anda kurang sopan dan tidak berbakti kepada Anda nantinya.

Dan sekali lagi dari semua contoh diatas yang bisa di tarik kesimpulan adalah :
"Membayar didepan selalu harganya jauh lebih  murah di bandingkan membayar dibelakang"

So, pada kesempatan ini, Mari kita bareng-bareng belajar tentang bagaimana caranya membuang penundaan dan membayar semua didepan. Sehingga pada nantinya Anda tidak perlu takut untuk (membayar) menghadapi permasalahan dalam hidup Anda tentang bagaimana caranya hidup seimbang, sukses , financial, kesehatan , sosial dan aspek lainnya dalam kehidupan.

Sekali lagi, selalu lebih baik belajar untuk mencegah . sehingga Anda akan tumbuh jauh lebih cepat saat ,enghadapi rintangan dibandingkan oleh orang lain.